Baca Juga

Dunia luar Cerita Lily

Tema : Song Story ; Alan Walker ft Emilly Hollow - Lily
Karya : Lani Nurohmah

LILY


 Tak ada cahaya. Gelap. Sunyi. Sepi dan hening. Tanpa adanya kesadaran yang mampu membuatnya cepat-cepat untuk bisa terbangun dari sebuah angan-angan yang melayang entah dimana ia dapat mengetahuinya. Yang ia tahu adalah saat ini ia masih melayang, terbang jauh dalam kegelapan itu, jauh dari sukmanya.

 Sangat jauh ia melayang masuk ke dalam kegelapan yang membuatnya takut. Keringat kecil dan keringat besar mulai keluar dari seluruh wajahnya, perlahan-lahan keringat itu pun mengucur membasahi sebagian dari tubuhnya. Sampai akhirnya, terlihat samar-samar, ia menemukan sebuah cahaya kecil yang dapat menuntunnya menuju tempat yang lebih terang, dengan perlahan ia dapat melihat dengan jelas cahaya apa yang sudah menuntunnya disepanjang perjalanan.

 Ia mengangkat tangannya, mencoba untuk menggapai cahaya itu, sampai terlihat jelas bahwa cahaya itu adalah sebuah kehidupan baru bagi seorang gadis kecil yang sangat takut pada dunia yang besar dan luas ini. Dia adalah Lily.

 Seorang putri kecil yang tinggal dan dibesarkan dibalik dinding kastil yang sangat luas bersama dengan putri kecil lainnya. Terkadang ia merasa sangat terkekang dan juga lelah dengan kehidupannya sebagai gadis kecil yang terlahir sebagai seorang putri dari keluarga Kerajaan yang penuh dengan berbagai aturan.

 Sesekali ia mencoba untuk lari dari kastilnya, dan memberanikan diri untuk melihat luasnya dunia luar dan keindahan alam diluar sana. Walaupun ia sangat tahu dan benar paham bagaimana situasi diluar sana. Itu adalah hal paling berani yang akan ia lakukan, mempertaruhkan nyawanya sendiri demi kebebasan.

"Aku sangat yakin, dan aku akan melakukannya malam ini," serunya seraya menatap bayangan dirinya dalam cermin.
 Disaat malam hari bersama terbenamnya sang matahari, ia mengendap-endap layaknya seorang pencuri. Diam-diam ia berjalan sambil sesekali melihat ke arah sekelilingnya, waspada terhadap situasi disekitarnya. Ia sangat yakin dan tahu benar, bahwa semua orang di dalam kerajaan ini sedang mempersiapkan apel malam di ruang keluarga, bisa disebut juga dengan upacara sebelum makan malam dilakukan. Ruang keluarga itu, cukup jauh dari jangkauan kamar yang di tempati oleh Lily. Para penjaga yang sedang bertugas di sana masih  berdiri tegak tanpa lengah sedikitpun. Hal itu membuatnya sangat sulit untuk pergi keluar kastil dan harus berhati-hati agar kepergiannya tidak diketahui oleh oranglain.

 Tak kehabisan akal. Ia pun mencoba untuk pergi keluar dari arah jendela kamarnya. Lily memang seorang putri kecil yang sangat pintar, sehingga dirinya menjadi seorang putri yang sangat diperhatikan dalam kerajaannya. Namun ia tidak senang dengan perhatian yang ia dapatkan, karena itu membuat hidupnya seperti bak boneka, yang dapat diatur bebas tanpa ada kemauan dari dirinya.

"Maafkan aku!" Lirihnya sambil melihat setiap sudut hiasan di kamarnya.

 Rasa berat hati, terlihat jelas dari raut wajahnya yang cantik. Seakan ia ragu untuk pergi dan meninggalkan kemewahan yang selama ini sudah menemaninya, namun itu bukan jati dirinya. Dengan rasa yang penuh kesedihan, dirinya mencoba untuk pergi meninggalkan kehidupan yang penuh bergelimbangan harta dan juga tahta. Namun bukan itu yang ia harapkan, ia hanya berharap untuk hidup normal seperti rakyat lainnya.

 Saat ia berhasil keluar dan lolos dari kamarnya, tanpa ia sadari seseorang melihatnya. Dia berteriak, "Putri! Jangan lari kesana! Di sana terdapat sesuatu yang menyeramkan."

 Namun, Lily tak mendengarkannya. Ia hanya menengok ke arah seseorang yang berteriak padanya, ia menaikan kecepatannya untuk berlari menghindari kejaran sang penjaga. Entah itu sebuah ancaman atau hanya untuk menakut-nakuti dirinya saja. Ia tetap pergi menuju hutan.

"Aku harus lari, cepat lari, jangan sampai tertangkap!" gumamnya sambil terus berlari. Sesekali pun ia menengok ke arah belakang, memastikan bahwa penjaga tidak  mengejarnya lagi.

 Sepanjang jalan, yang ia lihat hanyalah kegelapan, yang dapat ia dengar hanyalah sebuah lantunan suara jangkrik dan juga hewan kecil lainnya. Sudah diketahui bahwa ia sangat takut sendirian di dalam hutan. Terlihat jelas tubuhnya yang terus bergetar, keringat dingin terus keluar dari setiap pori-pori di tubuhnya, dan kini suhu dari kedua tangannya berubah, dari hangat menjadi dingin. Situasi sangat mencekam, membuat ia tak tenang dan terus waspada dengan daerah sekelilingnya.

 Tak disadari, bahwa sedaritadi ada mahluk yang bersembunyi dibalik kegelapan hutan itu, sosok yang sangat menyeramkan bahkan lebih seram dari mahluk-mahluk dalam cerita dongeng yang sering ia dengarkan sebelum tidur. Lalu tiba-tiba ia keluar secara perlahan mengejutkan Lily yang tengah berjalan sambil terengah-engah mengatur napasnya.

"Jangan bunuh aku!" lirihnya dalam ketakutan.
 Tubuhnya semakin bergetar tak karuan, jantungnya berdetak kencang tak karuan. Pertanda apakah ini? Apakah ini adalah akhir hidupnya? Kalimat itu terus ia pikirkan tanpa henti. Perlahan-lahan mahluk itu berjalan mendekatinya.

"Jangan khawatir," ujar mahluk itu dengan lembut. "Ayo ikuti aku!" Tambahnya.
Senantiasa Lily mengikuti apa yang telah diucapkannya. Di atas gunung tinggi dan juga di bawah dataran limbah yang rendah, Lily terus mengikuti ke arah mana mahluk itu berjalan. Sampai ia melihat di ujung sana ada sebuah keramaian bak sebuah desa yang penuh dengan rakyat biasa dan kehidupan normal yang ia inginkan selama ini. Lily hampir saja mencapai ke tempat impiannya, mahluk itu memberikan semua yang ia impikan selama ini.

"Ijinkan aku untuk masuk kesana. Biarkan aku masuk!" Pintanya merasa kegirangan.
"Semua yang kau mau akan menjadi sebuah cerita ajaib yang akan kau ceritakan," sahutnya dengan nada yang begitu datar.

"Ku mohon! Biarkanlah aku masuk!"
"Dan kau akan aman di bawah kendaliku."
Tatapan mahluk itu, membuatnya terus berharap dan banyak berharap. Lily terus meminta dan memohon kepada sang mahluk itu, namun mahluk itu hanya menatap tajam matanya. Membuat lensa matanya melebar dan menyadari bahwa dirinya kini sedang terhipnotis, ia tahu bahwa dirinya memang dihipnotis.
 Tanpa ia sadari, ia berjalan di atas es yang sangat tipis dan juga dingin, membuat seluruh rubuhnya bergidik kedinginan. Lalu ia menyadari bahwa lapisan es yang diinjaknya mulai retak secara perlahan dan akhirnya pecah seketika.

 Ia pun meronta-ronta, berusaha untuk menyelamatkan dirinya. Jika tidak refleks memegangi sesuatu, mungkin ia sudah berguling dan terjatuh, entah bagaimana nasibnya nanti. Namun dengan cepat dan sigap ia berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Setelah itu, dia bangun lagi dan mulai berlari dengan kencang menghindari sosok yang telah ia lihat, yang membuatnya terhipnotis sepanjang malam.

 Ia mulai berteriak, "Seseorang tolong! Apakah ada orang di luar sana?"
 Hening.  Tak ada jawaban dari siapapun. Hanya goresan rumput yang terdengar ditelinganya ketika ia berlari, hanya dedaunan yang berjatuhan paksa, ketika ia melewatinya.

"Kumohon! Seseorang datanglah padaku! Tolong bantu aku!"

Lily terus berlari dan berteriak Meminta pertolongan. Namun teriakkannya hanya akan menjadi sia-sia. Dari arah belakangnya, ia dapat mendengar seseorang terus berkata, 'Ikuti kemanapun aku pergi!', bisikan itu terus terngiang ditelinga Lily disepanjang ia berlari. Membuatnya semakin ketakutan dan semakin gemetaran. Dalam hati ia terus bergumam dan berdo'a memohon pertolongan.

 Yang hanya diimpikannya adalah ia ingin merasa bebas dengan kehidupannya yang selalu berada di bawah tekanan turunan keluarga Kerajaan. Ia hanya ingin kehidupan normal seperti rakyat atau masyarakat pada umumnya. Namun ini tidak seperti yang dibayangkan oleh Lily, ia hanya tersesat, tak mampu kembali dan hanya terus melanjutkan petualangannya di dalam hutan.

TAMAT

20 Januari 2019
Lani Nurohmah


www.kumpulanmotivasi.com
Terimakasih anda sudah mengunjungi website kami KUMPULAN MOTIVASI,semoga dengan adanya konten yang kami berikan bisa membuat anda termotivasi dan bisa lebih baik lagi,ikuti terus kami dengan konten-konten terbarunya.
Silahkan berikan pendapat di setiap artikel yang kami terbitkan di kolom yang sudah kami sediakan,karena pendapat anda sangat berharga bagi kami,dan jangan lupa share ke keluarga,shabat dan rekan kerja anda.


Art7734

Iklan Atas Artikel iklan 3

Iklan 2 tengah artikel Link PIK

Iklan link

Iklan Bawah Artikel